anak emas dibalik baju besi

October 25th, 2008 by muyamayi

Hubungan antara dua manusia atas dasar ketertarikan bisa jadi simple sekaligus kompleks. Bisa jadi sangat nyaman sekaligus berjarak. Saat memiliki ekspektasi “I can be me when im with him” ternyata menghadapi sebaliknya. Saat mengira ia kuat, ternyata yang ada dinding baju besi yang tebal menutupi seorang anak kecil polos.

Becareful of what you wish for. Saat meminta ketemu seseorang yang bisa membuatku tentram, aku lupa meminta kepadaNya orang yang bisa merasa tentram denganku juga…

Saat sepertinya aku sudah cukup sabar, ternyata perjalananku belum sampai seperempat kilo kesabaran itu. tapi sabar bukan berarti diam.

Saat kukira, hati emas saja cukup. Ternyata cukup susah mengerti dan melihat seseorang dibalik baju besinya.

Aku tidak minta banyak. Hanya seorang berhati emas dan bisa berhubungan lama dengannya. Tapi untuk itu harus meluluhkan semua perhitunganku. Diluar perhitunganku. Padahal aku juga anak emas. Mengapa pandangannya terhalang. Sehingga aku tidak lagi seberharga itu untuknya?

Biarlah, tanpanya, aku tetap emas yang seutuhnya. Hanya saja dia tidak mengetahui itu. Dan aku masih mendambakan an extraordinary man yang cuma ada one in a million di jagat raya ini. Yang kekuatannya bisa mengalahkan semua cowo berbobot sekalipun.

you will know

October 19th, 2008 by muyamayi

Selama ini saya selalu berfikir kalau dalam mencari cinta, hati dan pikiran kita menyatu menjadi sebuah intuisi. Dan, intuisi itu tidak mungkin salah menyatakan seseorang yang cocok buat kita.

Dan ketika sudah menemukan orangnya, saya tidak akan ragu untuk mengambil keputusan dan menerima dia apa adanya. Baik buruknya. Menjadi satu kesatuan yang ada dalam pribadi seseorang.

Namun dengan bertambahnya umur dan mengalami beberapa hal… itu saja tidak cukup. Dalam menjalani sebuah hubungan banyak sekali poin nya. Komunikasi yang bener, take and give, pengertian, kesabaran, dan berbagi hati. Bukan hanya berbagi logika.

Lalu dalam sample sample lainnya, intuisi is more than enough. Satu sample adalah seorang sahabat saya B. kami telah bersahabat selama sepuluh tahun. Hampir semua mantan2nya aku kenal.  Dan aku tahu hampir semua mantannya bermasalah sama sifat sahabatku ini yang terlalu dominan. And I wonder, how this new guy  si A bisa sangat nyaman dengan sahabatku ini sampai mereka memutuskat untuk menikah. Siang ini aku ketemu si A. lalu aku tanya ke dia gimana cara menghandle sifat2 temanku ini. Dan si A bilang, justru sifat2 itu yang dia butuhin dari seorang cewe. Sifat sifat kerasnya dia itu yang gak aku punya didalam diriku rima. Dan aku butuhin itu. Dan dia bisa mengingatkan aku terus untuk rencana rencana masa depanku.  Justru ketika pria pria lain melihat itu sebagai sifat buruk, buat si A, itu adalah kelebihan si B yang bisa melengkapi si A.

Waw.! I got the point! Intinya, kita tidak harus berubah demi orang yg kita sayang. Dan kita juga gak perlu maksain orang itu berubah buat kita. Orang yang memang cocok, nggak cape2 dengan pengorbanan. Sifat,kelakuan, ato apapun yg ada gak akan jadi masalah. Saat menemukan seseorang yang tepat, pengorbanan bukan lah lagi pengorbanan. Hanya sesuatu yang casual.

Tapi gimana prosesnya waktu itu kalian baru ketemu sebentar dan langsung memutuskan untuk menikah? Aku tanya si A. “I just knew it would be her”. Katanya. As simple as that.

 

Saat menemukan orang yang tepat, bisa saling melengkapi.

Saat menemukan orang yang tepat, kita berubah sikap.

Saat ketemu orang yang tepat, lupa semua masa lalu.

Saat ketemu orang yang tepat, gak akan butuh waktu lama untuk memutuskan.

Saat ketemu orang yang tepat, bisabikin tenang.

Saat ketemu orang yang tepat, keduanya ada di frekuensi yang sama.

perpisahan2

October 19th, 2008 by muyamayi

Perpisahan kemarin membuat saya berfikir pakai logika. Bahwa perasaan saja tidak cukup. Perasaan bisa datang dan pergi. Namun tidak baik menyalahkan diri sendiri. Memang tiap manusia dilahirkan dengan karakter yang berbeda. Dan menjalani cara hidup yang berbeda beda juga.

Ketika 2 orang bersatu dalam sebuah hubungan, it takes two to tango.

Gak bisa berfikir dengan cara masing masing. Hubungan yang berjalan lancar adalah yang bisa saling memahami dengan sendirinya. Tdak ada paksaan.

Adalah, kesenangan untuk bisa terus bersama dan saling memahami. Bukan menjadi sebuah beban.

Beban datang bukan karena keadaan. Keadaan biasanya selalu dijadikan alasan. Tapi sebetulnya keadaan bukanlah alasan seseorang untuk terbebani. (kalau karena keadaan “duh, gak punya duit nih buat nikah, nanti aja yah…” trus gimana dong kalo sampe sepuluh tahun lagi blm punya duit juga? Trus gimana nasibnya tukang gorengan yang hanya punya “cinta” dan “keyakinan”? dia tetep bisa menikahi orang yang dicintainya walau harus hidup susah berdua. Tapi rasanya beban yang dipikul berdua. Jadi lebih ringan.

Tapi beban datang akibat dari virus tidak terlihat yang bernama, “ketidak-cocokan” ketika berkenalan lebih lanjut. Dan kita tidak bisa menyalahkan “ketidak cocokan” karena mungkin ada orang lain lagi yang memang ternyata cocok dengan kita.

Beberapa tahun yang lalu gw bingung ketemu sepasang suami istri yang sangat kontras. Si istri adalah wanita baik dan sakinah rajin solat, baik kesemua orang. Sedangkan kok bisa bisanya dia menikah dengan si suami yang kikir, licik, ringan tangan dan suka main cewe. Saya bingung. Dan kasihan sekali nasib si istri ini. Mereka berdua terpuruk dalam kemiskinan. Namun si istri tetap sabar menghadapi suaminya. Sampai pada suatu hari saya mendapat konklusi bahwa seseorang seperti si suami itu, memang harus dapet istri yang baik supaya suatu hari ia bisa sadar dan kejahatannya terkikis karena melihat kesabaran sang istri.

Hahaha…

 

my own step: kebahagiaan

May 28th, 2008 by muyamayi

b****r… salah satu majalah bible gw… panutan arahan kesenian gw selama bertahun tahun berkarya aksesoris & art… and edisi ulang tahun kali ini sedikitnya agak menampar gw. karena isinya ada beberapa orang temen2 yg seperjuangan waktu kuliah dulu, bahkan adik kelas gw yg namanya diulas dikupas habis dimajalah itu. disandingkan dgn designer2 kenamaan indonesia.

damn, kemana aja gw sedangkan mereka sudah mencapai titik itu?
trus ngobrol sama seseorang selesai kelas pagi tadi, dia bilang: ” ma, skarang disini banyak yg ngiri sama elo krn lo bisa ngelakuin banyak hal, ternyata lo malah ngiri sama temen2 lo yg udah masuk majalah itu, sedangkan mungkin temen2 lo itu jg ngiri sama yg lain lagi… begitu aja terus… “. coba deh, mereka mungkin sukses duluan, tapi mereka ‘mungkin’ tidak mengalami apa yg lo alami, atau mungkin lo lebih bahagia dari mereka. skarang tolak ukurnya dimana?

hihihi… disaat gw berpetualangan didunia pekerjaan ini, mengerjakan apa aja yg gw suka, temen2 yg duluan fokus udah “jadi” duluan.

mungkin hari ini adalah hari pelajaran berharga buat gw. untuk berfikir kembali tentang apa yg dicari buat hidup ini. apakah pencapaian pencapaian? apakan kebahagiaan demi kebahagiaan?
karena terkadang kedua hal itu berbanding terbalik.
sama seperti siang ini gw nemenin my best friend pergi ke Holistic care. hidupnya udah sangat lengkap. shes got everything. but why shes deppressed?
karena uang, keberadaan orang2 disekitar, materiil atau apapun bukan menjadi jaminan kebahagiaan kita. diri kita sendiri lah yg menjadi jaminan kebahagiaan kita.

dan dibalik semua itu, masih ada lagi kebahagiaan yg beyond the limit. yg lebih kuat dari kita semua, yg menentukan takdir kita. Tuhan yg Maha Esa.

an images maker

May 11th, 2008 by muyamayi

minggu sore…

hari minggu yang paling damai dari sekian banyak minggu minggu terakhir yang aku lewati,

punya waktu untuk diri sendiri.
dirumah. sama keluarga. paginya sarapan walaupun cuma masak telor aja buat papa & me, but it a really nice breakfast. karena waktu seperti ini hampir gak pernah ada kmaren2.
setelah itu mengutak ngatik bahan2 emas untuk bikin aksesories. haha, mungkin agak aneh, tapi buatku, mengutak ngatik aksesories nemuin teknik2 baru pakai bahan2 yang ada adalah salah satu caraku komunikasi sama diri sendiri. dari situ banyak hal, dan filosofi yg bisa kutemukan. contohnya, tadi sambil tangan ngutak ngatik aku jadi berfikir tentang satu pepatah lama : “dibalik Pemimpin yang Baik, ada seorang wanita yang hebat”. setuju bangeet tuch!!
tapi sekarang ini bannyak banget perempuan2 yang comes out sendiri alias jadi pemimpin. bukan lagi kyk generasi2 sebelomnya perempuan jadi pendukung penyemangat pasangannya.
tapi pergeseran budaya is ok. selama WAKTU masih berjalan, semua hal pasti, i mean mutlak PASTI bergeser.

masih sibuk sama gunting kain & jarum diruang tengah bersama papa & mama, simple chat, trus mama pesen pizza buat kita. buat gw adalah hal yang damai. haha! ya, damai. hari ini gk ada yg diburu2, pusing mikirin kerjaan atau masalah apapun. and then, my little brother ikutan duduk diruang tengah. trus dateng lagi tanteku & anaknya bawa AC baru. buat gantiin AC lama dikamar. its funny, karena rumahku jadi ramai.

and then, hari ini punya kesempatan tidur siang yang enak. sorenya nonton DVD.
iya, i was thinkin, and ngebahas satu hal sama 2 orang temenku semalam tentang identitas.
kita tinggal di Indonesia tiap kali makan 4 sehat 5 sempurna. ada nasinya, ada lauk, sambel, sayuran, tempe, telor, buah buahan, enak banget banyak macemnya. sehari makan 3 kali makan. seminggu ada 7 hari dikali 3 makan. sebulan, berapa kali kita makan? setahun berapa kali kita makan? yang akhirnya udah jadi kebiasaan makan selama seumur hidup makananya colorful alias bermacam2 jenis.

beda sama orang orang yg ada dibelahan dunia lain yg dipiringnya hanya ada Steak Aja, atau salmon aja, atau Rib Eye Aja in the most of their life.

wajar kalo orang dibelahan dunia lain bisa jadi spesialist di satu bidang, sedangkan kita di negara tropis gini jadi multi talenta.
gak ada yg salah dgn dua duanya. itu bisa jadi kekurangan tapi kalo bisa memanfaatkannya jadi kelebihan yg ok banget.

ha ha ha!
jadi ngarang kemana mana nich nulisnya. but its ok. to be anyone you want to be.
be an image maker.

sebuah tanda tanya

April 6th, 2008 by muyamayi

sebuah tanda tanya…
adalah hal yang mengawali ada. sebuah hal yang mengawali jawaban.
awal dari ilmu philosophy… awal dari peradaban manusia yg menanyakan “mengapa aku ada?”, “untuk apa keberadaanku di dunia?”, “mengapa begini? mengapa begitu?’

tapi apakah tanda tanya tersebut memiliki akhir?

sama seperti philosophy yang tak akan pernah punya akhir jawaban mutlak begitu pula tanda tanya.
buah pikiran manusia.

seperti rumus katak Escher (di ilmu matematika) sebuah partikel yang tidak memiliki akhir. jika diperbesar, tetap saja ada lagi senyawanya yg berbentuk katak dan seterusnya dan seterusnya.

artinya, sebuah tanda tanya itu tidak berujung. jika ia benda, dia tidak berupa lingkaran… namun bundar seperti bola. 3 dimensi. jika dilihat kasat mata ada ujung lingkarnya. tapi kalau dipegang tak berujung.
sama seperti pertanyaan… dalam ilmu fatalism,(http://plato.stanford.edu/entries/fatalism/) tidak ada yang mutlak. karena pemikiran tiap orang ada benarnya ada salahnya juga. tapi semuanya relatif bisa “benar” dilihat dari sisi yang berbeda beda.

hal ini kadang cukup melegakan jika pertanyaan2 diotakku telalu banyak dan tidak terjawab.
what if what if what if…

buat apa hidup kita…?
bagaimana kalau kita sudah berusaha sekuat tenaga mewujudkan impian2…
lalu pada akhirnya buat apa?
bagaimana kalau semua ini sia sia?

ada oang orang yang menghindari pertanyaan2 diotaknya sendiri dengan cara pengalihan seperti jalan2 cari kesibukan… karena orang2 tipe ini bisa gila sendiri oleh pertanyaan2 yg terlalu banyak dan tak terjawab.
namun, ada orang2 yg mencari jawabannya… adalah orang2 yg tau ilmu alam, ilmu science, psicology, dll… & punya penyeimbangnya. buku2, orang2 yg bisa diajak diskusi…

memang gk ada jawaban yg mutlak betul atau mutlak salah… karena semua argumen hasilnya relatif… paling tidak kita nggak jadi gila sendirian.

hmmm intresting…

energi alam

February 8th, 2008 by muyamayi

a flowing water…

Air mancur yang menetes, bebatuan coral hitam, berpadu dengan teratai hijau, sangat khas kota ini…

Angin sejuk menyegarkan pagi, dinamis kan kota. Dinamiskan kehidupan orang orangnya…

Membuka alam pikiran.

Pohon pohon rindang, mobil mobil melaju santai…

Begitu tenang, begitu kangennya diriku pada tempat ini…

Tiap menoleh melirik, ada saja keindahan yang dapat dikagumi… mengasah rasa…

Makanya banyak seniman besar terlahir disini…

Tak seperti di Jakarta. Jangan salahkan kotanya.

Akupun bertransformasi disana. Dari seniman idealis jadi illustrator.

Baru saja kutemukan perbedaan dua profesi yang hampir mirip itu.

Gimana mau jadi seniman disana, energi alamnya berputar secara materialis, menjadi industri.

Seakan akan waktu berputar begitu cepat, tak membiarkan orang orangnya bernafas, padahal sebaliknya, kota itu jalan begitu lambat… selambat kemacetan dimana mana yang membuat stuck pola pikir masyarakatnya.

Hm….
Angin baru saja berhembus melewati lengan lalu punggungku… seolah menyapa…
Membawa energiku menyatukannya dengan energi alam…

Begitu nikmatnya…

Suara air yg menetes dikolam itu, sungguh, mengasah sensualku.
Disini kita merasakannya, bukan hanya teori. Mengerti apa makna mysterious, sensuality dan intimacy itu…

Ingin ku bagi porsi hidupku pada kota ini lagi, seperti yg pernah kupelajari dulu, orang orang spatsial punya kecenderungan intelegency yang lebih tinggi. Karena banyak tempat dan budaya yang dirasakan. Ya, aku tidak memakai kata dilihat, karena dngan berpergian ke banyak tempat yang berbeda2 diseluruh nusantara ini, bukan haya mengasah visual, tapi juga pengalaman… perbedaan bahasa, cara beerperilaku orang orangnya juga…

Waw!!

Im looking forward to the next adventure.

6.30 pagi. lobby Hotel saung galling. Bandung. 9 feb 2008

hadiah dari Tuhan

July 12th, 2007 by muyamayi

Jika kalian mempertanyakan kesedihanku, aku tidak sedih,
tidak lagi meronta ronta padanya…

Karena percakapan tentang itu bukan lagi dengannya….
Pengertian itu bukan lagi dari aku dan dia…

Ini percakapan antara aku dan Tuhan.
Dia yang menghadiahkan aku kebahagiaan,
Dia yang menghadiahkan aku pengertian,
Dia yang menghadiahkanku keikhlasan.

Yang sungguh aneh memang…
menjadi akhir yang sangat damai…

jadi jangan pertanyakan aku, dengan kisahku dibelakang.
karena Tuhan telah menghadiahkan aku sepasang kaki untuk aku berpijak sendiri…
Heart_1

long conversation

July 3rd, 2007 by muyamayi

In some place, two person. Conversation.

The girl: trus2, cerita- cerita dong…
How r u?

The man: abis sakit.
Kemarin2 gak bisa bangun dari tempat tidur.

The girl: kenapa? Kok bisa? Kecapean kerja?

The man: iya, kerjaanku lagi rush banget… empat proyek dalam 1 bulan.
Sekarang ada tiga lagi produksi, 1 lagi penyelesaiannya.
Tapi gak papa, aku udah biasa kok. Kmaren2, dari terakhir ktemu kamu, kerjaan hektik banget. Seperti gak ada waktu untuk bernafas. Klien2 aku, jadwal krja aku udah penuh sampai bulan September. Jadinya kemaren aku sakit… sampai gak bisa bangun… tiga hari dirumah. Gak kluar2. Hanya bangun dari tempat tidur bikin makanan, nonton tv dan tidur lagi.

The girl hanya diam menatap. Ingin sekali ia menawarkan untuk merawat the man. Tapi kata2 itu tak keluar dari mulutnya.

The man: So tell me, how r u?

The girl: Im good, many things change, sort of.
Katanya simple. The girl tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Banyak sekali yang ingin ia ceritakan, ia ungkapkan. Tapi entah, mereka berdua memang selalu oukward. Tak biasa berkata-kata. Hanya senyum senyum simpul dan liat-liatan saja aktivitas mereka.

The girl mulai menceritakan pemikiran-pemikirannya, lalu ditanggapi oleh the man. The man ingin membuat sesuatu yang berguna bagi orang banyak. Ia mulai membicarakan seseorang dari Pakistan yang mendapat nobel tahun ini karena membuat bank untuk orang-orang miskin dengan jumlah nominal yg rendah. Dan merubah perekonomian Negara itu. Lalu ia membicarakan seseorang yang dalam 35tahun dalam hidupnya menanam pohon di padang gurun yang tandus. 5 bibit setiap harinya. Konsisten. Pada awalnya, semua org menganggapnya gila karena daerahnya tidak kondusif untuk ditanami pohon. Kaerna cara seperti itu tak akan berhasil. Tapi orang ini belajar terus, mempelajari bibit apa yang tepat, banyak membaca buku, dan konsisten tetap menanam pohon. Walhasil, daerah itu kini menjadi teduh, sejuk dan adem.

The man: ya, try to make different in the world. Don’t care what people said, but if u believe in your self, one day it’ll be proof.
You too… jangan termakan kata2 orang yang mematikan dirimu sendiri. Your still young. Do everything, make anything you want. And if you find it a dislike, ok, find some thing else u like.
Jangan sampai pada saat lo udah tua, dan menyesali banyak hal yang tidak lo lakukan dimasa muda lo. And then you’re too old for doing it..

The girl: you right.

And they start talking about agroculture di Indonesia, they talk about sea, talking about poverty, how its hard to work something out for the country…

the girl: its about the birokrasi. Sesuatu yang seharusnya mudah, dibikin susah di Indonesia. Jangankan jauh2 dari segi agro atau kemiskinan, hal yang simple aja, birokrasi bikin sim, seharusnya bikin sim hanya bayar 65rb kalau kita ikut tesnya satu persatu secara benar, I mean, tanpa pakai calo. Tapi, kalau ikut aturan sebenar2nya, pada tes tertentu, semua orang digugurkan. Lalu diminta bayaran sekitar 300-400rb supaya bisa lulus test katanya. Its just sucks man!
The man: Everythings is business in here. That’s why Negara kita gak maju2. Semua yang seharusnya mudah jadi dipersulit oleh birokrasi. “mereka” yang terlibat disana membisniskannya.

Lihat jepang, bisa maju, mungkin kl dilihat dari apa yang pernah mereka alami, jaman kerajaannya yang membuat mereka disiplin, bom hirosima-nagasakinya yg membuat mereka terpacu untuk maju, atau bahkan Doraemonnya dengan teknologi canggihnya. Doraemon sudah dibuat sejak tahun 70An loh! Dan tanpa disadari itu sudah membuat pola pikir masyarakat jepang untuk berfikir kreatif. Mereka, jika buntu akan sesuatu, they invent things… banyak sekali penemuan2 dijepang bahkan untuk kehidupan sehari-hari. Dan itu sudah menjadi budaya. Membuat mereka maju, tak mudah menyerah. Tidak seperti kita. Jarang sekali orang Indonesia yang invent things…

The girl: aku yakin banyak orang Indonesia yang mampu invent sesuatu. Tapi mungkin selama ini semua itu hanya jadi ide, hanya jadi penelitian. Dan tak pernah betul betul di approve. Atau jarang sekali.
Misalnya saja di badan sector planologi kota. Para ilmuan planologi merencanakan membuat kota dengan sistem yang sangat baik. Mereka bekerja, mensurvey, membuat system, rencana kedepan dan membukukannya. Lalu, setelah itu apa?
Hasil rancangan mereka kumpulkan ke pemda. HANYA ditaruh di meja pemda. Menumpuk dengan hasil survey dan rancangan-rancangan lain. Tak ada yang direalisasikan. Balik lagi, bagi birokrasi kepemerintahan semua itu menjadi bisnis. Kalau tidak bisa membawa hasil bagi oknum-oknum tertentu, hasil penelitian jerih payah itu hanyalah menjadi sebuah dokumentasi yang menumpuk di meja birokrasi.

The girl: sayang sekali.

The man mulai menyalahkan rokok. Lalu mulai mengungkapkan lagi pikirannya.
Semakin larut…
The man menceritakan awal dari kariernya. Ia bekerja ikut orang, lalu pada akhirnya bertemu dengan sorang perempuan yang akhirnya menjadi istrinya. Mulai cerita dari mana ia berasal, tanah kelahirannya yang indah… ayah ibunya, kakak dan adik2nya, bagaimana masakecilnya ia habiskan. lalu pidah kota, lalu pindah kota lagi, baru saja berteman, ia sudah harus pindah kota lagi karena ayahnya pindah dinas. The girl mendengarkan, membayangkan…
The man mendeskrisikan kota kota yang pernah ia lewati, membicarakan kecintaannya terhadap tanah… lapang… landscape… sampai akhirnya ketika ia sudah bersama dengan istrinya, mereka mencari rumah untuk ditinggali…
Mereka jatuh cinta pada rumah-rumah dengan halaman luas… ada beberapa rumah yang melekat dihati mereka. Yang satu diluar Jakarta, dipinggir pantai yang landai berbukit-bukit… beberapa didalam kota dengan pohon2 rindang…

The girl: u should buy a house. Why don’t u buy it?
The man: I will.
The girl: why not now? What r u waiting 4? Kamu mapan.
The man: just the moment. Ngumpulin duit dulu.
The girl: beli rumah itu kan seperti invest. Kenapa gak DPin dulu? Nanti keburu tambah mahal harganya, dan bisa-bisa udah laku kalo nunggu duit kumpul dulu.
The man: ya, tadinya uangnya udah kumpul, but I already brokeup with my former wife.
its my way… susah kalau cicil… aku mau nabung aja dulu.
Kata the man sambil menghembuskan asap rokok di ujung bibirnya.

The girl: I have a house di daerah cilandak. Halamannya luas, rumahnya lebih kecil. But I think its too big if u live by your own there. I used to lived there, but not again.
The man: luasnya berapa?
The girl: about nine hundred meter. I used to called it white house. Everything is white there exept the roof.
The man: rumahnya didaerah depan citos?
The girl: iya tapi kesanaan lagi.
The man: ditengah ruangannya ada bundaran?
The girl: how d u know?
The man: trus, dihalaman depannya luas, penuh pohon-pohon besar. Dan ada halaman belakangnya kolam renang gitu?
The girl: tapi dihalaman belakannya kolam ikan. How do you now exactly?
The man: I loved that house. My former wife and me tadinya mau sewa rumah itu. Rumah itu mau dikontrakin skitar 5 tahun yang lalu kan?

The girl: heeeyy!!! That’s my house!! That’s mine! How could…

Yayaya… the girl and the man shouldve meet 5 years ago… they just known each other in that moment… just now…

Semakin larut, mereka loncat- loncat topik, membahas politik, kehidupan, film, masa penjajahan, belanda, jepang, mika, merdeka, sukarno, orde soeharto dan lainnya. Tak terasa asiknya obrolan2 mereka sudah sejak jam sepuluh mereka bertemu.

Kini jam 4, subuh.

The man: pulang yuk… kamu capai
The girl: okay…
The man: kayaknya besok I will punch 3 of my friends
Hahaha… aku gak akan lupa sama tempat ini. crazy… this is crazy…
I will never forget the rose, the chairs…
The man melihat kearah lukisan mawar merah diantara dua kursi kayu model betawi kuno.

The girl berdiri sambil tersenyum simpul. Ia mengambil pakaiannya. Mulai mengancingkan satu persatu bajunya. The man melihat langit-langit tempat itu. Sambil memakai kembali celana jeans belelnya.

The man: i was expecting the mirror dilangit2nya loh.

They laught. Sambil keluar dari kamar reyot yang dikanan kiri tempat tidur adalah cermin sebesar tembok. Disewakan jam-jaman. Tempat tidur tanpa selimut. Hanya disediakan 2 handuk. 2 kondom disana dan kamar mandi yang sudah bocel-bocel.

The man: so, I’ll meet you again 2 months from now?
The girl: why two months?

Alesan the man hanya karena kebiasaan mereka ketemu tiap dua bulan sekali. Biasanya hanya untuk melakukan ritual sex. Lalu selesai. Tanpa kata-kata.
Antara setengah jam sampai satu jam memuaskan hasrat birahi. Baru kali ini ada tambahan 5 jam obrolan pengenalan diri.

The man umurnya baru saja kepala 4, divorced, mapan.

The girl gadis cantik, umur kepala 2, single. Sangat mengadore the man.

They have their own world…

Malam itu diakhiri dengan pop kiss.

Entah kapan lagi mereka bertemu.

4 juli 2007

dewi bertangan 8

June 28th, 2007 by muyamayi

aku pernah melihat gambar seorang dewi bertangan delapan. sepertinya ini sebuah legenda. sayangnya aku lupa dari mana asalnya. legenda ini tentang dewi yang bijak, dan di tiap2 tangannya yang ada delapan itu ia memegang sebuah benda simbol keseimbangan dan keselarasan.

bagaimana jika diTarik ke jaman sekarang ini, dewi tersebut berwujud modern yang di tiap2 delapan tangannya memegang keluarga, harkat dan martabatnya, karier, eksistensi, idealisme, hubungan dengan lingkungan, tanggung jawab dan independensi. sebegitu penuh tangannya sampai tidak ada tangan lagi untuk memegang HATI.

sang Hati tertinggal.
Terlantar…

thats why some people said that ‘most of carrier woman are single’.
maybe becoz they dont have enough hand to hold.